Sejarah Bermulanya Pemakaian Tas

new-2015-fashion-vintage-unisex-classic-backpacks-canvas-shoulder-bags-schoolbag-travel-bag-daypack1

 

Kapan ? tentu saja tidak ada yang mengetahui kapan awal mula ditemukanya tas rajut. Hal ini wajar sebab setiap orang pasti menggunakan sesuatu yang di buat sedemikian rupa sehingga berguna untuk membawa barang bawaan, itulah yang dimaksud dengan tas.

Awal mula sejarah tas bisajadi berawa pada jaman prasejarah, dimana tas yang terbuat pada saat itu masih memakai kayu dan kulit sebagai bahan dasar pembuatan tas. Tas yang terbuat bahan dasarnya kulit dipergunakan untuk membawa bahan makanan, akan tetapi yang bahan dasarnya dari kayu pada umumnya dipakai untuk membawa kau potong atau batu.

Pada abad ke-14 barulah bahan yang dijadikan untuk membuat tas mengalami pengembangan dari yang sebelumnya kayu dan kulit, menjadi kain, vinyl, dan kulit sintetis. mengapa kulit sintetis dipakai untuk membuat tas? sebab kulit sintetis merupakan alternative pengganti kulit asli disaat bahan baku kulit asli sedang habis.

Tas dari bahan baku kertas ini dipakai orang Cina era Dinasti Tang, penduduk Cina menggunakan tas itu untuk menyimpan barang halus seperti bubuk teh dan menyimpan barang halus lainnya.

Di abad ke 14 ini tas digunakan untuk menyimpan barang berharga, seperti jam, kitab, dan barang berharga lainnya. Pada masa ini rata-rata tas mempunyai tali tas berukuran panjang juga digantungkan pada korset. Panjang tali tas pada masa itu disesuaikan dengan gaya hidup pemakainya. Para Wanita pada abad ke 14 kebanyakan menyukai gaya tali yang disebut “tasques”.
Di mesir orang-orang memakai tas pinggang kemanapun mereka pergi. Tas ini diikatkan kencang di pinggang mereka. Perhiasan serta sulaman pada tas yang di kenakan, menunjukkan gaya hidup orang mesir, oleh sebab itu semakin sulit tas tersebut dibuat maka semakin bertambah tinggi statusnya.

Di abad ke 15 munculah model tas baru yang disebut The Seal Bag, merupakan tas yang sanga popular dan terkenal pada masa itu.

Di abad yang ke 16 handbag dibuat untuk keperluan sehari-hari. Handbag pada saat itu dibuat dari bahan kulit dengan tambahan pada bagian atanya kanding pengikat. Pada masa ini diciptakanlah tas trevel yang lebih besar dari biasanya yang biasa dipakai para reveling dalam posisi menyilang.

Pada abad ke-17 tas berkembang semakin bervariatif, variasi yang terkenal pada masa ini adalah tas berukuran kecil yang seringkali dibawa pada beragam kesempatan. Kaum perempuan menyulam tas yang sangat unik dan cantik, dibuat khusus untuk acara pernikahan mereka.

Pada abad ke-18 sejalan dengan perkembangan tren busana neo-classical dan penemuan kereta uap, membuat tas tangan semakin modern bukan hanya untuk membawa barang tapi juga membawa aksesoris kecantikan untuk para wanita. Di abad ke 18 juga munculnya tas koper yang dipakai untuk berpergian.

Di abad ke 18 penggunaan kata handbag pada tas yang dibawa dengan cara dijinjing dan biasanya dibawa oleh pria. Hal ini merupakan cikal bakal dan inspirasi untuk tas yang akhirnya popular dikalangan wanita. Tepatnya pada tahun 1920 yang menunjukkan revolusi tas di dunia fashion, yang mana penggunaan tas tidak perlu sesuai dengan kostum yang dikenakan.

Pada abad ini juga mulai dibentuk tas-tas rucksack militer yang dipakai untuk perang, pembuatan tas ini dikhususkan untuk para tentara untuk mengemas perlengkapannya ke medan perang. Pada tahun 1940-an unsur minimalis masuk pada tren busana, dimana hal ini berpengaruh terhadap handbag. Pada tahun 50-a keluarlah cikal bakal tas legenda seperti Hermes, Chanel, dan Louis Vuitton. Itulah cikal bakal tas minimalis yang dianggap sebagai lambing feminimitas.

Mulai pada tahun 1960-a sampai sekarang tas semakin berbentuk ke-kini-, dan juga bahan bakunya yang dipakai menjadi lebih beragam. Seperti material denim yang dipakai oleh brand Lomberg. Tas Lomberg memakai bahan dry denim sehingga selain tahan lama untuk bahan tas, juga dengan pemakaian dalam waktu lama membuat denim menjadi fading dan mengeluarkan corak asli sesuai pemakaian.
Kedepannya industri tas baik di dunia maupun Indonesia akan semakin berkembang. Mari bersama memajukan industri tas Indonesia ke mancanegara!

Sejarah Bermulanya Pemakaian Tas

new-2015-fashion-vintage-unisex-classic-backpacks-canvas-shoulder-bags-schoolbag-travel-bag-daypack

Kapan sejarah tas bermula ? yang pasti tidak ada yang tahu persis kapan awal mula ditemukanya tas. Ini merupakan hal yang wajar karena setiap manusia pasti menggunakan sesuatu yang di buat sedemikian rupa hingga berguna untuk membantu membawa barang bawaan, itulah yang dimaksud dengan tas.

Sejarah awal mula tas mungkin awalnya muncul di zaman prasejarah, yang mana pada saat itu tas dibuat hanya memakai kayu dan kulit sebagai bahan dasarnya. Tas yang dibuat dari kulit digunakan untuk membawa makanan, sedangkan yang dibuat dari kayu pada umumnya digunakan untuk membawa batu atau kayu potong.

Pada abad ke-14 barulah bahan baku yang dijadikan untuk membuat tas mengalami pengembangan dari yang sebelumnya kulit dan kayu, menjadi kain, vinyl, dan kulit sintetis. Kenapa kulit sintetis digunakan untuk pembuatan tas? karena kulit sintetis merupakan alternative untuk menggantikan kulit yang asli ketika bahan kulit asli sedang habis.

Tas berbahan dasar kertas ini digunakan masyarakat Cina era Dinasti Tang, penduduk Cina memakai tas dari kertas untuk menaruh benda yang halus seperti bubuk teh dan menaruh barang halus yang lainnya.

Pada abad ke-14 ini tas digunakan untuk menaruh barang berharga, seperti jam, kitab, dan barang berharga lainnya. Pada masa ini kebanyakan tas memiliki tali berukuran panjang juga digantungkan pada korset. Panjang tali tas pada masa itu disesuaikan pada gaya hidup yag memakainya. Kaum Wanita pada abad itu kebanyakan menyukai gaya tali yang disebut “tasques”
Di mesir orang-orang memakai tas pinggang kemanapun mereka pergi. Tas pinggang tersebut di ikat kencang di pinggang mereka. Perhiasan serta sulaman yang ada pada tas tersebut, menunjukkan status sosial mereka, oleh sebab itu semakin sulit tas tersebut dibuat maka makin bertambah tinggi statusnya.

Pada abad ke-15 munculah model tas baru yang disebut The Seal Bag, merupakan tas yang sanga popular dan terkenalpada abad ke 15.

Di abad yang ke 16 handbag dibuat untuk keperluan sehari-hari. Handbag pada saat itu terbuat dari bahan dasar kulit dengan tambahan kancing pengikat dibagian atasnya. Pada masa ini diciptakanlah tas trevel yang lebih besar dari biasanya dan dipergunakan oleh para travel dengan posisi yang menyilang.

Di abad ke 17 tas berkembang semakin bervariatif, variasi yang paling terkenal pada abad ke-17 adalah tas kecil yang seringkali dibawa pada beragam kesempatan. Para wanita merajut tas yang sangat unik dan cantik, biasanya ini dikhususkan untuk acara pernikahan mereka.

Di abad ke 18 sejalan dengan perkembangan tren busana neo-classical dan penemuan kereta uap, membuat tas tangan semakin berkembang bukan hanya untuk pembawa barang akan tetapi juga membawa aksesoris kecantikan untuk kaum wanita. Di abad ke 18 juga ditemukan koper yang digunakan untuk berpergian.

Di abad ke 18 kata handbag digunakan untuk tas yang dibawa dengan cara dijinjing yang biasanya di pakai oleh pria. Hal ini merupakan cikal bakal dan inspirasi untuk tas yang akhirnya popular dikalangan wanita. Tepatnya pada tahun 1920 yang menunjukkan revolusi tas dalam dunia fashion, dimana pemakai tas tidak harus selalu sesuai dengan kostum yang dikenakan.

Di abad ke 18 juga mulailah dibentuk tas-tas rucksack militer yang dipergunakan untuk perang, pembuatan tas ini dikhususkan untuk para tentara alat bantu membawa perlengkapannya menuju medan perang. Pada tahun 1940-an unsur minimalis masuk pada tren busana, karena itu yang mempengaruhi handbag. Di tahun 50-an muncul cikal bakal tas legenda seperti Louis Vuitton, Hermes, dan Chanel. Mereka-lah cikal bakal tas minimalis yang dianggap sebagai lambing feminimitas.

Mulai pada tahun 1960-an hingga pada saat ini tas mulai ke gaya yang lebih anak muda, dan juga bahan pembuatanya yang dipakai menjadi lebih beragam. Seperti material denim yang digunakan brand lomberg. Tas Lomberg memakai bahan dry denim sehingga selain lebih awet untuk material tas, juga dengan pemakaian dalam waktu lama membuat denim menjadi fading dan mengeluarkan corak asli sesuai pemakaian tas rajut.
Kedepannya industri tas baik di dunia maupun Indonesia akan semakin berkembang. Mari bersama memajukan industri tas Indonesia ke mancanegara!